Kesurupan


Aku nangkepnya sih, kesurupan itu ‘menular’ karena adanya beberapa 9rang di sebuah kerumunan yang berjiwa lemah saat melihat salah seorang di antara mereka ‘kesurupan’.

Jadi kesurupan itu bukan sebatas takhayul saja. Bahkan kesurupan, atau nama lainnya Gangguan Trans sudah masuk ke dalam index PPDGJ III, salah satu indeks yang merangkum seluruh diagnosis kejiwaan.

Jadi, ada sebuah kisah yang diceritakan oleh dosenku hari ini.

———-

“Jadi menurut ayah, pendapatku itu salah?”
Tanpa Silvi sadari, ia baru saja menaikkan nada bicaranya kepada ayahnya sendiri, orang terfavorit di keluaeganya. Ia begitu dekat dan sayang karena hanya ayahnya yang bisa diajaknya berdiakusi berbagai hal, dari ilmiah sampai tidak. Diskusi begitu hangat.
Tapi kali ini, kehangatan itu seolah membakar hubungan antara mereka berdua. Diskusi kali ini begitu berbeda. Ayahnya tak memberikan alasan yang bagus untuk menjawab kritikan yang ia berikan.
“Sudahlah, Vi. Kita lanjutkan lain hari. Papa capek.”

Silvi tak terima. Ayahnya sudah berbalik badan dan kembali menikmati koran pagi yang baru sempat ia baca di tengah malam ini. Silvi meninggalkan ruang kerja papanya dengan kaki menghentak. Begitu geram. Tak peduli dengan rasa seperti mengiris-ngiris yang menyerang bawah perut hingga punggungnya, pertanda sebuah kemakluman ia begitu emosi hari ini.

Padahal Silvi hanya tak tahu, proyek papanya yang cukup besar baru saja ditolak.

—————

“Gak papa, Vi. Kan cuma ulangan harian. Udahlah, lupain aja.”
Silvi hanya menganggap cara temannya menenangkan dirinya sia-sia. Tidak cukup hentian paksa diskusi oleh ayahnya semalam, tapi ulangan hariannya yang berponten 6 sudah membuatnya tak berdaya. Bagaimana cara menarik hati ayahnya lagi? Padahal nilai ulangan bisa menjadi sogokan agar ayahnya mau membagi waktu lebih lama dengannya.

Upacara bendera kali ini berlangsung lebih lama dari pada biasanya. Silvi tak tahan lagi untuk berteriak, ditambah kakinya begitu lemas untuk berdiri lebih lama. Bayangan diskusi semalam yang tak hangat, ditambah lagi nilai yang rendah…

Ayah akan meninggalkanku?

“Silvi!”

Fany menopang bahu Silvi yang hampir jatuh ke tanah. Semua teman sekelasnya yang berbaris di dekatnya praktis mengerumuni Silvi yang dibaringkan perlahan di tanah. Namun keriuhan menjadi hebat karena kali ini Silvi berteriak-teriak tak jelas.

“Silvi kesurupan!”
“Hah? Kesurupan?”
“Kelas berapa yang kesurupan?”
“Itu kelas 9B.”

Silvi pun dibopong ke ruang kesehatan, dan diikuti oleh beberapa teman sekelasnya.
——–

Paranormal didatangkan ke sekolah Silvi. Ia mencoba menyelamatkan Silvi dari kesurupan yang menyerangnya.
“Silvi kenapa?”
Mira, sahabatnya di kelas 9A langsung menyerbu masuk ke ruang kesehatan persis setelah upacara bendera selesai. Di saat yang sama, Mira melihat Silvi sedang dido’a-do’akan oleh paranormal membuatnya semakin panik. Apa benar Silvi kesurupan? Kalau tidak tertolong bagaimana? Apakah ia akan kerasukan selamanya?

Kini, giliran Mira yang jatuh terkulai tak berdaya.

“Mira kerasukan!”

=========

Di sini, Silvi dan Mira sebagai orang yang lemah jiwanya. Bisa aja tipe orang yang tak memiliki ‘imun’ yang kuat terhadap serangan stress yang datang. ‘Imun’ di sini dalam bahasa kejiwaan bisa juga dinamakan ‘defense mechanisme’ atau mekanisme pertahanan diri.
Jadi, Mira ikutan panik melihat Silvi yang panik akan masalah yang datang bertubi tubi. Ikutan panik yang seakan2 berjamaah ini sering terlihat sebagai kesurupan. Dari segi agama atau budaya, mungkin orang akan beranggapan benar2 diganggu atau dirasuki arwah jahat yang berniat menguasai dirinya.
Namun dari segi kejiwaan, Gangguan Trans atau kesurupan ini berada dalam kelompok gangguan disosiasi. Atau dalam kata lain ada yang hilang dari seseorang itu. Bisa berupa daya ingat, identitas diri, panca indra, motorik, yang pencetusnya adalah sesuatu yang tidak bersifat jasmani. Maksudnya, unsur itu hilang, tapi dari pemeriksaan fisik itu tidak ditemukan kelainan.

Daya ingat, misalnya terdakwa yang lupa atas suatu kejadian.
Panca indra, misalnya seorang istri yang tiba2 buta karena tidak ingin melihat suaminya berselingkuh.
Motorik, misalnya seorang petani yang tiba tiba lumpuh karena merasa terbebani oleh tanggung jawab anaknya yang banyak yang harus ia nafkahi.
Dan identitas diri, misalnya pada orang kesurupan ini.

Sekian :D

Pancaran Emosi dari Jiwa


Jujur aku merasa tergelitik sekaligus tersindir sama kehidupan di sini.

Mereka shalat lima waktu.
Pake shalat sunah rawatib pula.
Tepat waktu pula.
Berjamaah pula.
Ngaji pula.
Mana habis shalat baca asmaul husna pula
Bergaul berbagi ilmu pula.
Saling menghibur satu sama lain pula.
Saling membantu jika salah seorang di antara mereka ‘activity daily life’nya masih terganggu.

Tanpa bantuan perawat pula ibadahnya.

Sementara aku?

Padang, 3 September 2014

[BDP] Namaku Cica, Umurku 19 tahun


Hahaha, sekarang dirimu bisaa ngomong demikiaan..wkwkwkk
Cuur, tau gak, aku bner2 takut banget kelewat tanggal ini gegara liburan..hahaha.. karena apa? Yay, ini umur yang kamu damba2kan dateng. Hahahaha..

Cur, aku tehe aku makin hari makin jaraaang banget nongol. Jaraang banget bergadang bersama. Tapi teteup yaah kita jalin terus hubungan ini hingga kapanpun. Dan aku udah niaaat banget pengen ketemu kamu *cailah*
Soon lah ya..soon.. :^

Tak ketinggalan, aku persembahkan ini untukmu xD

image

Hahahaha… *siap2 kabur*

Best wishes for you. Jadi mahasiswa FIB Korea terketje lah pokoknya yaaaa. Mmuaahh… :*

Bukittinggi, 15 Agustus 2014

A Nutritious Call


dhila_アダチ:

Hadiah ultah ke 18 dari kakak, malah dapet cerita yang bikin usep jidat. Ahahahha, thanks a lotmy sista.. this really make my day…ihihihi…

(Cerita ini merupakan stand alone dari CBSB yang udah aku proteksi sblumnya. Takut2 ada yg ngeh sama karakter di sini..ahahhaha)

Originally posted on Town of Stories:

Ada banyak hal yang menarik gadis berusia duapuluh tahunan. Barang bermerek, single yang baru rilis, aktor tampan, dan hal-hal hedonis lainnya. Mereka bermimpi untuk menjadi wanita yang tampil menarik dan berkilauan dengan menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang. Namun, yang menekuni aktivitas organisasi dan dunia akademis ada juga. Mereka berambisi untuk menjadi wanita yang berpengaruh dan menginspirasi masyarakat dengan mengumpulkan bekal ilmu dan jaringan sebanyak mungkin. Tak jarang kedua tipe gadis ini berselisih, saling mempertahankan argumennya masing-masing dan terkadang merendahkan tipe lainnya.

Bagi Risya, hal yang menarik hatinya itu sederhana saja. Sesederhana senyuman memikat milik seorang mahasiswa yang seangkatan dengannya. Senyuman itu cukup untuk menerangi harinya yang kusam, sekusam debu yang menempel pada buku-buku tua yang menghuni rak perpustakaan fakultasnya. Tak banyak yang tahu bahwa mahasiswa itu adalah tipe ideal Risya. Lebih tepatnya, tak banyak yang menyangka. Seorang Risya yang berpembawaan sedikit kekanakan, bukankah masih terlalu dini baginya untuk menyukai seseorang?…

View original 745 more words

Happy Birthday to Me


Halo halooo…
Postingan ini sebenarnya dibuat beberapa menit sebelum pergantian hari jadi tanggal 12 mei..hehe… dan yang paling menggembirakan, lagi dibikin pas tengah2 dinas, liatin pasien sedang seksio sesaria.

Just, make some memories..

Bayangin 18 tahun yang lalu mama aku menghadapi rasa sakit yang lebih kurang sama dengan rasa sakit ibu yg tadi mau diseksio. Sampai hampir jatuh dari meja operasi karena nahan sakit yang teramat sangat. Waktu itu masih nunggu dokter operator yang mau ngoperasi. Aku dan temen hanya bisa mencoba menenangkan ibunya supaya rileks.
Pasti itu sakit banget.

Dan, aku mau bilang terima kasih banyak untuk kedua orang tuaku. Terutama mamaku yang udah berhasil melahirkan aku dengan segala nyeri yang ditanggungnya.
Kepada Allah tentunya uang udah membuatku sesempurna bentuk, rupa, lengkap jiwa raga. Sampai aku bisa bertahan hinggaaaa menjalani pendidikan profesi ini.

Happy birthday to me…walau temen2 sedinas gak ada yg nyiapin surprise #ngarepmodeon, tapi setidaknya aku bahagia, aku merasakan suasana pergantian tahunku di ruang OK. Ahahahhaa…

Be healthy, friends. And be strong.
Perjalanan masih sangat panjang, teruslah bertahan…

Padang, 12 Mei 1996
Aku di ruang OK

[FF] Jalan Alternatif


Author :  dhila_アダチ

Title : Jalan Alternatif

Cast : SHINee

Genre : A bit horror

Length : drabble (740 words)

Rating : PG

Taemin menegakkan punggungnya. Ia baru saja menungkupkan wajahnya di balik tas ransel yang digunakannya sebagai bantal. Posisi tidurnya mungkin dianggap sebagian orang sebagai posisi tidur yang sangat tak nyaman. Tapi Taemin malah menomorsatukan posisi tidur tersebut sebagai posisi tidur ternyamannya saat dalam perjalanan seperti ini.

Minho menyetir mobil, sedangkan Jinki menjadi pemandu jalannya.

Taemin melihat keluar. Langit sudah mulai gelap, namun ia masih bisa melihat matahari yang sudah tinggal setengahnya di ufuk barat. Langit memanjakan setiap mata yang memandangnya dengan gradasi warna lembayung yang perlahan menjadi hitam.

Read More

Happy 4th Anniversary Aredlover!!!


Ihiiiiww… Alhamdulillah blog ini udah berjalan 4 tahun (walau banyak mandetnya ketimbang jalannya -.-). Tapi aku senang blog ini masih bisa aku pertahankan sebagai blog yang berisi…err…isinya emang apa aja ya?

=_=”

Oiya, jujur aku sendiri suka lupa sama anniv blog ini. Taunya pas udah dapat notif dari wordpress aja.

 

drabble Read More