[FF] Entahlah 2


Tak pernah terlintas di benak seorang Kibum suatu hal yang menyangkut masalah percintaan. Ia bukan tipe orang yang memikirkan status jomblo single married seseorang. Tak peduli. Tapi semenjak ada Junghee, ia harus rela menghapus idealismenya itu.

Ia baru bekerja 4 hari di ruangan itu. Korban mutasi sebenarnya. Di saat itulah ia bertemu dengan Junghee. Kubikel mereka sebenarnya hanya dipisahkan oleh akuarium besar tak jelas milik chief mereka. Walaupun begitu, Junghee tampak begitu sibuk untuk bisa diganggu oleh sapaan basa basi dari Kibum, yang berstatus karyawan baru di sana.

Read More

[FF] Entahlah 1


Payung itu masih terkembang di sudut kamarnya. Ia mengabaikan genangan air yang terbentuk di lantai keramik tersebut akibat ulah air yang menetes dari ujung payung. Fatal, ia tak pernah mengijinkan lantai kamarnya ditumpahi air, tapi untuk kali ini ia tidak mau repot untuk kembali keluar mengembangkan payung di teras paviliun miliknya.

“Kibum?”

Jinki memperhatikan Kibum dari tirai pembatas dapur. Ia tampak kacau. Mau tak mau Jinki mematikan kompor yang tengah memanaskan sup daging sebagai makan malam mereka nanti, padahal Jinki tahu pasti dagingnya masih belum empuk untuk dikunyah. Tapi keadaan Kibum yang mendadak berubah muram jauh lebih penting.

“Aku baik-baik saja.”

Itu kalimat pembuka sekaligus penutup antara mereka berdua, padahal belum sempat Jinki duduk sepenuhnya di sofa untuk menginterogasi Kibum, tapi Kibum sudah lebih dulu beranjak ke dalam kamar lalu mengunci pintunya.

Read More

Pancaran Emosi dari Jiwa


Jujur aku merasa tergelitik sekaligus tersindir sama kehidupan di sini.

Mereka shalat lima waktu.
Pake shalat sunah rawatib pula.
Tepat waktu pula.
Berjamaah pula.
Ngaji pula.
Mana habis shalat baca asmaul husna pula
Bergaul berbagi ilmu pula.
Saling menghibur satu sama lain pula.
Saling membantu jika salah seorang di antara mereka ‘activity daily life’nya masih terganggu.

Tanpa bantuan perawat pula ibadahnya.

Sementara aku?

Padang, 3 September 2014

[BDP] Namaku Cica, Umurku 19 tahun


Hahaha, sekarang dirimu bisaa ngomong demikiaan..wkwkwkk
Cuur, tau gak, aku bner2 takut banget kelewat tanggal ini gegara liburan..hahaha.. karena apa? Yay, ini umur yang kamu damba2kan dateng. Hahahaha..

Cur, aku tehe aku makin hari makin jaraaang banget nongol. Jaraang banget bergadang bersama. Tapi teteup yaah kita jalin terus hubungan ini hingga kapanpun. Dan aku udah niaaat banget pengen ketemu kamu *cailah*
Soon lah ya..soon.. :^ Read More

A Nutritious Call


dhila_アダチ:

Hadiah ultah ke 18 dari kakak, malah dapet cerita yang bikin usep jidat. Ahahahha, thanks a lotmy sista.. this really make my day…ihihihi…

(Cerita ini merupakan stand alone dari CBSB yang udah aku proteksi sblumnya. Takut2 ada yg ngeh sama karakter di sini..ahahhaha)

Originally posted on Town of Stories:

Ada banyak hal yang menarik gadis berusia duapuluh tahunan. Barang bermerek, single yang baru rilis, aktor tampan, dan hal-hal hedonis lainnya. Mereka bermimpi untuk menjadi wanita yang tampil menarik dan berkilauan dengan menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang. Namun, yang menekuni aktivitas organisasi dan dunia akademis ada juga. Mereka berambisi untuk menjadi wanita yang berpengaruh dan menginspirasi masyarakat dengan mengumpulkan bekal ilmu dan jaringan sebanyak mungkin. Tak jarang kedua tipe gadis ini berselisih, saling mempertahankan argumennya masing-masing dan terkadang merendahkan tipe lainnya.

Bagi Risya, hal yang menarik hatinya itu sederhana saja. Sesederhana senyuman memikat milik seorang mahasiswa yang seangkatan dengannya. Senyuman itu cukup untuk menerangi harinya yang kusam, sekusam debu yang menempel pada buku-buku tua yang menghuni rak perpustakaan fakultasnya. Tak banyak yang tahu bahwa mahasiswa itu adalah tipe ideal Risya. Lebih tepatnya, tak banyak yang menyangka. Seorang Risya yang berpembawaan sedikit kekanakan, bukankah masih terlalu dini baginya untuk menyukai seseorang?…

View original 745 more words

Happy Birthday to Me


Halo halooo…
Postingan ini sebenarnya dibuat beberapa menit sebelum pergantian hari jadi tanggal 12 mei..hehe… dan yang paling menggembirakan, lagi dibikin pas tengah2 dinas, liatin pasien sedang seksio sesaria.

Just, make some memories..

Bayangin 18 tahun yang lalu mama aku menghadapi rasa sakit yang lebih kurang sama dengan rasa sakit ibu yg tadi mau diseksio. Sampai hampir jatuh dari meja operasi karena nahan sakit yang teramat sangat. Waktu itu masih nunggu dokter operator yang mau ngoperasi. Aku dan temen hanya bisa mencoba menenangkan ibunya supaya rileks.
Pasti itu sakit banget.

Dan, aku mau bilang terima kasih banyak untuk kedua orang tuaku. Terutama mamaku yang udah berhasil melahirkan aku dengan segala nyeri yang ditanggungnya.
Kepada Allah tentunya uang udah membuatku sesempurna bentuk, rupa, lengkap jiwa raga. Sampai aku bisa bertahan hinggaaaa menjalani pendidikan profesi ini.

Happy birthday to me…walau temen2 sedinas gak ada yg nyiapin surprise #ngarepmodeon, tapi setidaknya aku bahagia, aku merasakan suasana pergantian tahunku di ruang OK. Ahahahhaa…

Be healthy, friends. And be strong.
Perjalanan masih sangat panjang, teruslah bertahan…

Padang, 12 Mei 1996
Aku di ruang OK

[FF] Jalan Alternatif


Author :  dhila_アダチ

Title : Jalan Alternatif

Cast : SHINee

Genre : A bit horror

Length : drabble (740 words)

Rating : PG

Taemin menegakkan punggungnya. Ia baru saja menungkupkan wajahnya di balik tas ransel yang digunakannya sebagai bantal. Posisi tidurnya mungkin dianggap sebagian orang sebagai posisi tidur yang sangat tak nyaman. Tapi Taemin malah menomorsatukan posisi tidur tersebut sebagai posisi tidur ternyamannya saat dalam perjalanan seperti ini.

Minho menyetir mobil, sedangkan Jinki menjadi pemandu jalannya.

Taemin melihat keluar. Langit sudah mulai gelap, namun ia masih bisa melihat matahari yang sudah tinggal setengahnya di ufuk barat. Langit memanjakan setiap mata yang memandangnya dengan gradasi warna lembayung yang perlahan menjadi hitam.

Read More