RSS
Aside

Cerita2 berseri gak bakal dilanjutin lagi dalam waktu dekat sepertinya =-=”
dan mungkin, blog ini lebih diisi dengan curhatan gaje seorang koass labil penuh emosi dan kegalauan *?*
hitung-hitung melampiaskan uneg2 yang ditahan sampai ketemu koneksi kencang. haha
wassalam

 

On Hiatus

 
4 Comments

Posted by on May 24, 2010 in Uncategorized

 

Feels like…


Tadi habis ngescrolling timeline path. Satu kata. Seru.
Sekarang hari selasa, hari libur, dua hari sebelumnya weekeend dimana lagi ada acara besar di kampus aku alias wisuda.an.

Sementara aku, berasa hening aja.
Entah kenapa aku mikir kok hari hari aku melempem aja kayak donat basi.
*gak trmasuk hari ini sih, krna hari ini alhamdulillah dikasi kesempatan quality time bareng keluarga*

Di saat khalayak pergi menebar senyuman sama teman temannya. Sejenak melepas hingar bingar kesibukan rumah sakit di tempat wisata,
lah aku, merutuki diri dengan deadline tugas yang yaudahsihbesokpagiliatcatetanorangaja.

It feels like i’m in a gloomy state. *?*

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on June 2, 2015 in Uncategorized

 

#EF7 – The Junction


Originally posted on Ami and the Night:

image

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Hello, everyone! Now that you have arrived in Jambu Aia, a village in Agam regency, let me show you a nice view that you can enjoy from my house’s balcony.

View original 236 more words

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2015 in Uncategorized

 

[Fragment] Abulia – Anxietas


Oke, lemme tell you about the most mainstream condition and the most topic discussion in co-ass life :

Abulia

Abulia

Aku ngerasain fase abulia yang sedang menjangkiti sekarang ini adalah yang paling parah. Mau baca buku, bingung mau baca apa, mulai dari mana. Pas udah baca, rasanya gak nempel di otak. Pas rehat, buka internet lewat tab, mono. Dengerin lagu yang bikin semangat, eeh, malah tambah mono. Di luar hujan deras. Besok udah senin aja. Tugas masih belum rampung. Perut kosong, tapi bingung mau diisi apa. Kepikiran beli mie pangsit, tapi karena kejauhan, akhirnya beli mi rebus buat diseduh di rumah (sialan, ini makanan junk food gak bisa-bisa dikurangi). Pas nuangin isinya ke dalam mangkuk, ada yang berserakan. Mau mungut aja harus bengong dulu setengah menit. Habis itu nuangin air panas dari dispenser aja sambil menatap kosong ke arah tuas kerannya. Trus jalan dengan slow motion mode on.

Astaghfirullah.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2014 in Fragment, Tentangku...

 

Tags: , ,

Dalam Keheningan


Terkadang, saat suasana hening, seseorang menjadi melankolis secara tak sengaja. Banyak yang terpikirkan. Mengenai kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh dalam hidup, atau mengenai penyesalan.

Terkadang pikiran mendadak hilang, kosong.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2014 in Tentangku...

 

Tags: ,

Kelabu


Aku tak mengerti kenapa hujan kali ini terasa sedikit menyakitkan.

Kucoba tatap pendaran cahaya matahari, sedikit pudar karena dibiaskan oleh awan-awan gelap di atas sana. Di kala itulah aku tak dapat lagi menikmati senja seutuhnya. Padahal matahari hendak beranjak pergi dari singgasananya.

Payung semakin kugenggam erat. Bukan karena takut akan tetesan hujan, bukan. Hanya sekadar melindungi barang bawaan.

Entah mengapa menatap lurus ke depan pun aku tak sanggup. Menunduk seakan ada yang hendak kucari di bawah sana. Terhujam lurus ke bawah. Seperti hujan yang tak sanggup melawan gravitasi. Seperti hujan yang tak sanggup melawan perintah tanah yang kehausan karena kelakuan terik si matahari.

Sepertinya aku tak sanggup menatap masa depan. Masa di mana aku mungkin akan menertawai kebodohanku di masa lalu, yang tak lain di masa yang sedang kutempuh saat ini.

Sepertinya aku tak sanggup menatap masa depan. Masa di mana aku sudah menemukan hal yang baru, dan mungkin akan sangat menyesali mengapa aku begitu mati-matian mempertahankan hal yang belum sepenuhnya menjadi milikku sendiri.

Mempertahankan hal yang fana.

Mempertahankan hal yang tak mungkin dapat kuraih.

Mempertahankan dengan berbagai opini tanpa arti, hanya basa-basi.

Mempertahankan sang hujan. Padahal matahari sudah menanti tak sabar untuk menerangi dunia.

Mempertahankan si kelabu.

 

Padahal, si kelabu sedang mati-matian melupakan masa lalunya.

Menyedihkan

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on November 25, 2014 in Tentangku...

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.